Tentang Hidup Saya

Tentang Rizqi, Saya harus berusaha supaya bisa menyantuni anak yatim, dhu'afa', shodaqoh, wakaf, jariyah dengan sebanyak-banyaknya
Tentang ajal, kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan saya, maka saya harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
Tentang jodoh, dia pasti yang terbaik untuk saya dan saya juga yang terbaik untuk dia, harapannya saya dan dia sama-sama ikhlas, ridho, syukur, qona'ah, sabar, dan saling pengertian.
Tentang masa depan, saya tidak tahu, saya hanya bisa belajar dari masa lalu dan berusaha menjadi yang lebih baik.
Tentang harapan, saya kurang sabar saya hanya minta kepada Allah tergolong mina al-Shobirin, Al-Mukhlishin, Al-Mahbubin, Al-Mardliyyin, Al-Sholihin.
Tentang orang lain, mereka sebagai obyek pendidikan, jika saya tidak mau dilukai saya harus tidak boleh melukai, saya harus menghargai, tidak merendahkan karena belum tentu saya lebih baik dari mereka.
ALLAHU MA'II, ALLAHU NAADHIRII, ALLAHU SYAAHIDII.

Kamis, 10 Juni 2010

Tsunami

مقدمة
حمدا لمن وفق خير خلقه بالعلم والتقى وتفقه من أراد به خيرا ومنّ منْ اصطفاه بخير المطايا, الصلا ة و السلام على المصطفى سيد الثقلين الجان والبرايا أما بعد.
فإن الله سبحانه و تعالى إله واحد فى السموات والا رض لا إله إلا الله هو العلى الجبار المتكبر فعال لما يريد لا يسئل عما فعل وما يفعل و يسئلون عما فعلوا وما يفعلون
Pujian bagi Dzat yang telah memberikan pertolongan bagi se- baik-baiknya makhlukNya dengan ilmu dan taqwa, dan Dia telah memberikan kefahaman (ilmu agama) pada seseorang yang dikehendakiNya baik, dan Dia telah memberikan anugrah pada orang-orang yang dipilihnya dengan sebaik-baiknya pemberian, sholawat serta salam semoga tetap (tercurahkan) pada hamba yang terpilih yang menjadi tuan para jin dan manusia Amma Ba’du.
Sesungguhnya Allah SWT ialah Tuhan yang Esa baik dilangit la maupun dibumi, tiada Tuhan selain Dia yang maha agung, maha perkasa dan maha sombong. Dia berhak berbuat apa saja sesuai yang di kehendakiNya tidak akan ditanya dan diprotes apa yang telah dibuat dan yang akan dibuat. Dan makhluk akan ditanya tehadap apa yang akan dikerjakan.

وهوالذى أنزل القرأن على قلب حبيبه محمد صلى الله عليه وسلم هدى لكافة الناس وبشرى ونذيرا كما قال تعالى من كان عدوا لجبريل فإنه نزله على قلبك بإذن الله مصدقا لما بين يديه و هدى و بشرى للمؤمنين
( البقرة :97 )
فالقرأن كان قرأنا قلبيا وهو الذي أنزل على محمد لأن محمدا كان أميا لا يقرأ ولا يكتب ثم يكون قرأنا لسانا وهو الذى بلغه جبريل ليبلغ أمته بلسانه الفصيح
Dan Dia yang telah menurunkan Al-Qur’an dihati kekasihnya Muhammad SAW yang Qur’an itu sebagai petunjuk pada semua manusia dan sekaligus menjadi kabar gembira bagi orang mu’min dan kabar duka bagi orang kafir.Sebagaimana firman Allah : “Barang siapa memusuhi jibril, maka sesungguhnya jibril itu yang telah menurunkan Al-Qur’an di hatimu dengan izin Allah untuk membenarkan apa-apa yang di sisi Allah dan sebagai petunjuk dan kabar gembira bagi orang-orang mu’min”. (QS. Al-Baqarah ayat : 97 )
Al-Qur’an pada mulanya berupa Al-Qur’an Al-Qolbiy (yang berbangsa hati) yaitu Al-Qur’an yang diturunkan di hati Nabi Muhammad karena nabi Muhammad itu adalah seorang yang umy tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Kemudian Qur’an berupa al-Qur’an Al-lisany yaitu Qur’an yang dibaca nabi yang telah disampaikan malaikat jibril padanya supaya Qur’an itu disampaikan pada umat dengan lisan nabi yang fasih
ثم يكون قرأنا سمعيا وهو الذى قرئه النبى واسمعه إلى صحابته فرسخ فى قلوبهم ببركة النبى لأن القرأن هو علم الذى هو نور و محمد هو نور فكان نظر النبى و مشاهدته علم, قال النبى من رأنى دخل الجنة و من رأ من رأنى دخل الجنة ألى يوم القيامة , و فى القرن الأول كانوا يسمعون كلا م الله بوسيلة النبى فيفهمون ما فى ذلك الكلام بمجرد السمع لاينظر الكلام
Kemudian setelah itu Al-qur’an berupa Al-Qur’an as-sam’iy (Qur’an yang berbangsa pendengaran) yaitu Qur’an yang dibacakan nabi dan didengarkan para sahabat-sahabatnya, lalu Qur’an itu meresap masuk dalam hati mereka dengan sebab barokah dari Nabi, karna Al-Qur’an yang merupakan ilmu itu adalah Nur (cahaya) dan Muhammad juga Nur maka melihat dan menyaksikan nabi adalah ilmu, nabi bersabda : “Barang siapa melihatku maka ia akan masuk surga dan barang siapa yang melihat orang yang pernah melihatku maka masuk surga sampai hari Qiamat”
Dan imam Waki’ yaitu guru imam Syafii berkata : “Sesungguhnya ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidak akan ditunjukkan pada ahli ma’siat”
Pada masa-masa awal kenabian para sahabat mendengarkan firman Allah dengan perantara nabi yaitu nabi membacakan ayat kemudian para sahabat langsung memahaminya tentang apa yang ada dalam firman itu meskipun hanya sebatas mendengarkan bukan melihat tulisannya.
ثم يكون قرأنا عينيا و هو الذى يقرأ ويفهم بسبب النظر للمصحف لا بظهر قلب ولا بمجرد سمع وهو مدون بين دفتى المصحف, وأول من جمع ودوّن المصاحف هو عثمان رضي الله عنه.
ثم يكون القرأن لايبقى إلا رسمه,لايئثر قلب من قراه قال النبى يوشك أن يأتي على امتي زمان لايبقى من الإسلام إلا إسمه ولايبقى من القرأن إلا رسمه (رواه البيهقى عن سيدنا على) كان فى أخر الزمان هذا كانوا يقرئون القران ويحفظون بظهر القلب قرأتهم فصيحة موافقة للقاعدة و اصواتهم طيبات حتى مال قلب من سمعها ولكنهم لايفهمون ما يقرئون وهم يقرئون ولكن لايفقهون نعوذ بالله من ذلك.
Kemudian Al-Qur’an berupa Al-Qur’an Al-ainiyy (Qur’an yang berbangsa penglihatan) yaitu Al-Qur’an yang bisa dibaca dan bisa difahami melalui melihat pada tulisan mushaf bukan membaca dengan luar kepala (hafal) dan bukan hanya sebatas mendengarkan. yaitu Al-Qur’an yang dibukukan diantara dua sampul, orang pertama kali yang mengumpulkan dan membukukan mushaf ialah Sayyidina Utsman RA. Kemudian Al-Qur’an tidak akan tersisa kecuali hanya tulisannya. Nabi bersabda : “Nanti dalam waktu di mana agama islam tidak tinggal kecuali hanya namanya dan tidak ada yang tertinggal di Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya”. (H.R Al-Baihaqi)
Diakhir zaman ini orang-orang banyak yang membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya di luar kepala bacaan mereka fasih sesuai dengan kaidah qiro’ah, suara mereka indah hingga hati yang mendengarkannya menjadi condong akan tetapi mereka tidak faham terhadap apa yang dibicarakan, mereka membaca tetapi mereka tidak memahami, semoga kita dihindarkan dari itu oleh Allah ...
والقرأن الذى أوحى الله إلى حبيبه هو قرأن عربي أى بلغة العربية, كما قال الله تعالى : إنا أنزلناه قرأنا عربيا لعلكم تعقلون ( يوسف ٢ )
دلت هذه الأية بأن العرب لغة يختار الله أن أوحى رسوله بها ودلت أيضا بأن تلك ا لغة هي أحسن اللغات, وقد قال النبى " أحب العرب لثلاثة لأني عربي والقرأن عربي وكلام أهل الجنّة فى الجنّة عربي (روه الطبران) فإذا كان نبينا يحب العرب فكيف حالنا يا معشر امته وجب علينا أن يحب العرب وطريق الحب هو أن ندرس و نتعلم تلك اللغة, وما أعجبنى بقول من انه أدعى عالما ولم يكن عالما بلغة العربية أي لغة القرأن لا لغة العرب السوقى ولم يكن عالما بعلم الذى يفصحه الكلام به وهو علم النحو والصرف وغيرهما فهيهات هيهات ...
Dan Al-Qur’an yang diwahyukan Allah pada kekasihnya Muhammad itu berupa Al-Qur’an yang berbahasa Arab sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”. (QS. Yusuf : 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa bahasa Arab ialah satu bahasa yang dipilih Allah untuk menyampaikan wahyu-Nya pada Rosul utusan-Nya dan ayat ini juga menunjukkan bahwa bahasa Arab ialah paling baik-baiknya dari beberapa bahasa.
Nabi bersabda “Aku mencintai Arab karena tiga perkara karena saya orang Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, pembicaraan penduduk surga di surga juga menggunakan bahasa Arab. (H.R. At Tobaroni)
maka bila nabi kita mencintai Arab, bagaimana dengan kita yang menjadi umatnya, maka wajib bagi kita untuk mencintai bahasa Arab dan cara untuk mencintai yaitu dengan membelajari bahasa Arab, sangat mengherankan padaku yaitu omongan orang yang mengaku alim akan tetapi dia tidak tahu bahasa Arab (Arab Al-Qur’an, bukan Arab pasaran) mereka tidak tahu ilmu yang dengan ilmu itu omongan atau kalam menjadi fasih yaitu ilmu nahwu, sorof dan selain keduanya.
Maka sangat jauh pengakuan mereka sangat jauh... ..
وفى ذلك القرأن الذى بلغة العرب قد قص الله سبحنه وتعالى قصصا كثيرة منها سيرة رسله من لدن أدم الى نبينا محمد ليكون عبرة لمن قرئه كقوله تعالى : لقد كان فى قصصهم عبرة الأولى الألباب (يوسف :١١١)
ومنها قصة هلاك الأقوام كقوم نوح وقوم عاد قوم هود وقوم ثمود قوم صالح وقوم مدين قوم شعيب وغيرها من الأقوام التى أخذهم الله بعذاب منه وا سبا ب هلاكهم مختلفة سنذ كرها إن شاء الله تعالى ومعرفة تلك القصص أمرمهم لكي تجعل عبرة, قال الله تعالى : ذلك من أنباء القرى نقصه عليك منها قائم وحصيد وما ظلمناهم ولكن ظلموا أنفسهم
(هود : ١٠١ – ١٠٠)
فعلم إن الله ليس بظلام على هلاكم و لكنهم ظلموا أنفسهم لعبادتهم سوي الله مع ان الله هو إله معبود بحق لايعبد غيره ابد الأبد
Dan di dalam Qur’an yang menggunakan bahasa Arab itu Allah telah menceritakan beberapa kisah yang banyak diantaranya ialah kisah perjalanan hidup para utusannya mulai masa nabi Adam hingga nabi kita Muhammad SAW, supaya itu menjadi tauladan bagi yang membacanya Allah berfirman : “didalam cerita para nabi itu niscaya ada suri tauladan bagi orang-orang yang berakal”
Dan diantara kisah itu ialah cerita tentang hancurnya kaum-kaum terdahulu, seperti hancurnya kaumnya Nuh, kaum Ad yaitu kaumnya nabi Hud, kaum Tsamud yaitu kaumnya nabi Sholih, kaum Madya yaitu kaumnya nabi Syu’aib dan kaum-kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah dengan azab dariNya dan penyebab hancurnya mereka itu bermacam-macam yang jika Allah mengehendaki akan saya jelaskan dan mengetahui kisah-kisah itu merupakan hal penting supaya itu menjadi tauladan Allah berfirman : “Itu adalah sebagian dan berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. Dan Kami tidaklah Menganiaya mereka tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri … “ (QS. Hud : 100-101)

Telah diketahui bahwa Allah tidak dzolim dengan menghancurkan mereka, akan tetapi mereka sendiri yang dzolim terhadap dirinya sendiri yang menyebabkan murka Allah. Kedzoliman mereka yaitu mereka menyembah selain pada Allah toh sementara sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang hak disembah dan yang selain Allah selamanya tidak berhak disembah
Tsunami, Gempa dan Lumpur
لقد كنت اتفكر منذ الأيام الماضية على ما أصاب بلدنا إندونسييا وبلاد المسلمين أخرى من المصائب والبلايا كمثل تسونامي والرجفة بجوكجا وما خرج من بطن الأرض كطين لافندوا سيدوأرجا وما زلت اتفكره لإبراز الأمر ولتحقيقه مع النص الشرعى قرأنا وحديثا وغيرهما من مقالة الصحابة والعلماء الأعزاء فتلك المصائب عندى كارثة عظيمة تماثل ماوقع على قوم نوح وقوم عاد قوم هود وقوم ثمود قوم صالح وقوم مدين قوم شعيب, بل يقال انها أعظم منها, وفى شأن قوم نوح قال الله تعالى : مما خظيئاتهم أغرقوا (نوح : ٢٥) وقبل هذا يقولون : قالوا يا نوح قد جادلتنا فأكثر جد النافأتنا تعدنا ان كنت من الصادقين
( هود : ٣٢)
Aku benar-benar berpikir mulai dari hari-hari kemarin tentang apa-apa yang mengena pada negeri kita dan negeri-negeri muslim lain dari beberapa bencana dan malapetaka seperti Tsunami, gempa Jogja, lumpur lapindo Sidoarjo, dan aku terus memikirkannya untuk lebih jelasnya terhadap permasalah itu dan utnuk menyatakan dengan nash-nash syar’i seperti Qur’an, hadist dan pendapat para shohabat dan para ulama’ yang mulya-mulya
Bencana-bencana itu merupakan malapetaka yang besar yang menyamai terhadap bencana-bencana yang menimpa pada kaumnya Nuh, kaum ‘Ad, kaum Tsamud dan kaum Madyan bahkan bisa dibilang itu lebih besar daripada bencana-bencana umat dahulu, Allah berfirman tentang kaum Nuh : “karena kesalahan-kesalahan mereka, kemudian mereka ditenggelamkan” (QS. Nuh : 25) sebelum itu mereka berkata pada Nuh” wahai sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu kepada kami maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”. (QS. HUD :32)
ثم قال الله تعالى : حتى إذا جاء أمرنا وفار التنور قلنا أحمل فيها من كل زوجين اثنين واملك لأمن سبق عليه القول ومن أمن وما أمن معه إلا قليلا (هود : ٤٠)
يغرقون قوم نوح إلا قليلا منهم وقيل جميعهم ثمانون نصفهم رجال ونصفهم نساء كان مكثهم السفينة مع نوح ستة أشهر من شهر رجب إلى عاشوراء فلما نجوا صاموا جميعا حتى الحيوان التى فى السفينة شكرا لله على النجاة من العذاب. وقال بعض المفسرين كان الماء نزل من السماء ونبع من الأرض حتى إرتفع على أعلى جبل طوله أربعون ذراعا مقداره عشرون ميتر وأغرق كل شيئ, هكذا قال الله تعلى ففتحنا أبواب السماء بماء منهم وفجرنا اللأرض عيونا فالتقى الماء من أمر قد قدر
Lalu Allah berfirman “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina) dan keluargamu kecuali orang yang terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit”(QS. HUD : 40) kaum Nabi Nuh ditenggelamkan semua kecuali sedikit, menurut satu pendapat semua yang selamat dengan Nuh berjumlah 60 sebagian laki-laki sebagian perempuan, mereka tinggal dalam perahu bersama Nabi Nuh selama 6 bulan mulai bulan Rajab sampai Asyura’ sewaktu mereka selamat dan mendarat mereka melakukan puasa sebagai tanda syukur pada Allah atas terselamatnya dari adzab, sebagian ahli tafsir mengatakan, air itu turun dari langit dan memancar dari bumi hingga air itu turun dari langit dan memancar dari bumi hingga air itu mencapai bukit yang paling atas tinggi air kurang lebih 20 m dan air itu menenggelamkan segala sesuatunya.
Allah berfirman “Maka kami membuka pintu-pintu langit dan dengan (menurunkan) air yang dicurahkan dan kami telah memancarkan bumi dengan saluran-saluran air maka kemudian air itu (air dari curah hujan dan air yang memancar dari bumi) bertemu dari perintah yang telah (Allah) tetapkan.
قال الله فى شأن قوم هود : ولما جاء أمرنا نجينا هودا والذين أمنوا معه برحمة منا نجيناهم من عذاب غليظ وتلك عاد جحدوا بأية ربهم وعصوا رسوله واتبعوا أمر كل جبار عنيد ( هود : ٥٩ )
كان هود من أولاد سام بن نوح, و بينه بين نوح ثمانمئة سنة وعاد اسم قبيلة تنسب إلى أبيها, عاد من ذرية سام بن نوح أيضا. أخذ الله قوم عاد بعذاب منه وهو نزول السموم التى تدخل من انافهم وتخرج من أدبارهم فترفعهم فى الجوّ و تصرعهم على الأرض على وجوههم فتنفطع إعضاؤهم وقبل ذلك قد حبس الله نزول المطر ثلاث سنين و كان سبب هلاكم انكارهم نبوة هود ويعبدون الأصنام.

Dan Allah berfirman tentang keberadaan kaum Nabi Hud.
“Dan sewaktu datang perkara kami (siksaan) kami menyelamatkan Hud dan orang-orang beriman yang bersamanya dengan rahmat dan kami dan kami menyelamatkan mereka dari siksa yang besar dan itulah ‘Ad mereka mengingkari terhadap tanda-tanda Tuhan mereka dan mereka mendurhakai para utusan-utusan Allah dan mereka menuruti perintah tiap-tiap orang yang bertindak sewenang-wenang yang durhaka” Hud termasuk salah satu dari putra Sam bin Nuh, jarak antara nabi Hud dan nabi Nuh sekitar 800 tahun, sementara ‘Ad ialah nama satu kabilah yang dinisbatkan terhadap bapaknya yaitu ‘Ad,Allah menurunkan adzab yaitu turunnya beberapa racun yang masuk dari hidung lalu keluar dari anus mereka racun itu menerbankan mereka ke angkasa lalu membanting mereka ke bumi jatuh dengan wajah-wajah mereka kemudian terpotong-potong semua anggota badan mereka, dan sebelum kejadian itu Allah telah menahan hujan untuk tidak turun selama 3 tahun dan para perempuan-perempuan mereka bunting tidak melahirkan selama 30 tahun , penyebab dari kehancuran mereka ialah karena mereka tidak mempercayai terhadap kenabian dan terutusnya Nabi Hud dan mereka menyembah berhala-berhala.

قال الله فى شأن قوم صالح ثمود : وأخذ الذين ظلموا الصيحة فأصبحوا فى ديارهم جاثمين كأن لم يغنوا فيها الا ان ثمودا كفروا ربهم الا بعدا لثمود ( هود : ٦٨- ٦٧ )
و بينه بين نوح هو مائة سنة وثمود إسم قبيلة سميت بإسمه لشهرته, و بين صالح و ثمود خمسة أجداد و سبب هلاكهم أنهم جحدوا على رسالة صالح و ينكرون الله سبحنه وتعالى بأنه إله واحد لا إله إلا هو وبعقرهم الناقة التى بها أية على رسالة صالح قيل : أخرج لنا من هذه الصخرة ناقة وبراء عشراء فدعا الله فتمحضت الصخرة كما تتمحض النساء عند الولادة فخرجت منها ناقة كما وصفوا فولدت الناقة فى الحال فصيلا ثم قال نوح و يا قوم هذه ناقة الله لكم أية فذروها تأكل فى أرض الله ولاتمسو ها بسوء فيأخذكم عذاب قريب
Allah berfirman tentang kaum Tsamud yaitu kaumnya Nabi Sholeh “ Dan satu suara keras yang menggunturkan orang-orang yang dzolim itu, lalu mereka mati berlimpangan di rumahnya, seolah-olah belum pernah berdiam, di tempat itu, ingatlah sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka ingatlah kebinasaan bagi kaum Tsamud “

Antara Sholeh dan Nuh itu berjarak 100 tahun, Tsamud ialah nama satu kabilah. Kabilah itu dinamai dengan namanya karena Tsamud ialah orang yang terkenal, antara Sholeh dan Tsamud terpaut 5 kakek, dan penyebab hancurnya kaum Tsamud karena mereka mengingkari kerasulan nabi Sholeh dan mereka mengingkari Allah SWT bahwa Dia adalah Tuhan yang tiada Tuhan lain selain Allah dan juga disebabkan karena mereka menyembelih onta yang menjadi tanda atas kerasulan Sholeh dikatakan : “wahai Nuh keluarkan pada kami onta yang bersih dan bunting dari batu besar ini” kemudian Nuh meminta pada Allah, lalu batu itu membesar seperti orang perempuan hamil mau melahirkan, maka keluarlah onta seperti yang mereka sifati dalam seketika itu dalam keadaan tersapih, kemudian Nuh berkata : “wahai kaumku inilah onta milik Allah, bagi kalian menjadi Tanda (ketuhanan Allah dan kerasulanku) maka takutlah kalian (menghindar dariNya) biarkan ia makan (rumput) di buminya Allah dan janganlah kalian mengganggunya. Dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kalian ditimpa azab yang dekat”.
وقال تعالى فى شأن قوم شعيب : ولما جاء امرنا نجينا شعيبا والذين امنوا معه برحمة منا واخذت الذين ظلموا الصيحة فأصبحوا فى ديارهم جاثمين كان لم يغنوا فيها الا بعدا لمدين كما بعدت ثمود ( هود : 95 )


كان مدين قوم شعيب يفسدون فى الارض بالقتل ونقص المكيال والميزان ويأكلون الربا ويتركون ما امرهم الله من العبادة والصلاة ويستهزؤون الرسول. ثم اخذهم الله بعذاب منه وهو صيحة جبريل من فوقهم فاهلكوا بها ميتين كهلاك ثمود قوم صالح.
Allah berfirman tentang kaum nabi Syua’ib “ dan sewaktu datang perkara kami (adzab kami) kami menyelamatkan Syua’ib dan orang – orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari kami dan orang – orang yang dzolim di binasakan oleh satu suara yang mengguntur lalu jadilah mereka mati berlimpangan di rumahnya seolah – olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu ingatlah kebinasaan bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah dibinasakan (QS. Hud : 94 – 95 )
Madyan ialah kaum nabi Syua’ib mereka merusak bumi dengan peperangan yang dilakukan dan dengan mengurangi takaran – takaran timbangan, mereka memakan riba dan meninggalkan yang telah di perintahkan Allah pada mereka yaitu ibadah dan sholat, mereka mengejek utusan/ rasul . kemudian Allah membinasakan mereka dengan adzab darinya yaitu jeritan malaikat Jibril dari arah atas kemudian mereka rusak. menjadi mati seperti rusaknya kaum Tsamud yaitu kaum nabi Sholeh
وقال الله تعالى فى شأن قوم لوط : فلما جاء امرنا جعلنا عاليها سافلها وامطرنا عليها حجارة من سجيل منضود مسومة عند ربك وما هي من الظالمين ببعيد (هود : 73)
عاش لوط مع ابراهيم كانا اولا باالعراق ببابل ثم امر الله اليهما ان يخرجا من العراق هجرة الى شام فنزل ابرهيم بأرض فلسطين ونزل لوط باالأردن فارسل الله لوط الى اهل سدوم, كانوا ينكرون الله ورسوله ويعملون السيئات وهي اتيان الرجال فى ادبارهم ويعتادون ذلك فلاحياء عندهم ولوكان مجاهرة بين أيدى الناس ويكرهون النساء ويمهلون هن ثم اخذهم الله بعذ اب منه.

Dan Allah berfirman tentang keberadaan kaum nabi Luth “ maka tatkala datang adzab kami, kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas kebawah (kami balikan)dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi –tubi, yang diberi tanda oleh tuhanmu dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang dzalim (Q.S. Hud :82-83)
Luth hidup satu kurun dengan nabi Ibrahim, keduanya awalnya berada di Iraq di daerah Baabil kemudian Allah memerintahkan keduanya untuk hijrah ke Syam, keduanya lalu keluar menuju Syam, Ibrahim berhenti di daerah Palestina dan nabi Luth berhenti di Urdania, oleh Allah Luth di utus menjadi rasul di daerah Sudum mereka para penduduk Sudum mengingkari terhadap Allah dan rasulnya. Mereka melakukan kejelekan – kejelekan yaitu mendatangi sesama laki – laki (Homo seksual) mereka membiasakan hal itu sehingga mereka tidak segan – segan melakukannya di hadapan orang banyak dan mereka tidak mau dengan perempuan mereka meninggalkan perempuan-perempuan lalu Allah menumpas mereka dengan menimpakan adzab .

ورى ان جبريل عليه السلام ادخل جناحه الواحد تحت مدائن قوم لوط وقلعها وصعد بها الى السماء حتى سمع اهل السماء نهيق الحمار ونباح الكلاب وصياح الديوك ولم تنكفئ لهم جرة ولم ينكب لهم اناء ثم قلبها دفعة واحدة وضربها على الارض ثم يمطرون حجارة منضودا مسومة على اسم صاحبها, تلك قصة قوم ينكرون الله ويتبعون سبيل الشياطين ويعبدون ما يعبد اباؤهم من الاصنام والاشجار التى لاترد على نزول عداب الله بل هم وألهتهم فى النار يخرقون فيها أبدا.
Dan diriwayatkan bahwa Jibril memasukkan satu sayapnya diletakkan dibawah negeri kaum Luth lalu mencabut negeri itu dan mengangkatnya kearah langit. Sehingga penduduk langit mendengar suara – suara keledai, anjing yang menggonggong dan kokok-kokokan ayam,tidak dimiringkan bejana mereka dan tidak ditumpahkan isi-isi dari bejana-bejana mereka itu,Kemudian jibril membalik negeri itu dengan satu kali lalu dijatuhkan diatas bumi kemudian mereka para penduduk negeri itu di lempari batu dari langit yang bertubi – tubi yang telah di beri tanda nama orang yang akan tertimpa batu itu.

Itulah kisah kaum yang mengingkari Allah mereka justru mengikuti langkah – langkah syaitan dan menyembah apa yang disembah para nenek moyang mereka yaitu patung-patung dan pohon-pohon yang semua itu tidak mampu menolak adzab yang diturunkan Allah bahkan mereka dan patung-patung yang disembah akan berada di neraka, mereka di bakar di dalamnya untuk selama- lamanya.

وذلك من ابناء الغيب اوحى الله سبحانه وتعالى الى حبييه محمد ليبلغ جميع امته لكى يعتبروا ويتفكروا ما خلق الله وقدره من العباد, فها.... نحن معاشر المؤمنين كنا امة محمد امة عظيمة لآن نبينا خير النبيين وخير المرسلين وامته خير الأمم حتى لم يهلك الله المذنبين كافة بكرامة حييبه صلى الله عليه وسلم بخلاف الامم الماضية فاذا ارتكبوا ما نهاه الله عليهم اهلكوا جميعا الامن امن مع نبيهم.

Dan itulah sebagian dari beberapa cerita gaib yang telah Allah SWT wahyukan kepada kekasihnya Muhammad SAW supaya beliau menyampaikan pada ummatnya agar mereka bisa mengambil tauladan dan mampu berfikir tentang apa yang telah Allah ciptakan dan yang telah Allah tentukan pada beberapa hamba. Maka ingatlah wahai kita para mu’min, kita adalah ummat Nabi Muhammad SAW. Ummat yang agung karena nabi kita adalah paling baik – baiknya nabi dan paling bagus – bagusnya utusan. Dan ummatnya juga merupakan paling baik – baiknya beberapa ummat. Hingga Allah tidak menghancurkan orang – orang yang berbuat dosa secara menyeluruh (didunia) sebab karomah serta kemulyaan kekasihnya Muhammad SAW berbeda dengan ummat – ummat yang telah lalu maka bila mereka melakukan secara terus menerus terhadap apa – apa yang telah dilarang Allah mereka di hancurkan dan di musnahkan semuanya kecuali orang – orang yang beriman berserta nabi mereka.

وقد قال الله تعالى : ولقد ارسلنا الى امم من قبلك فأخذنهم با البأساء والضراء لعلهم يتضرعون فلولا اذجاءهم بأسنا تضرعوا* ولكن قست قلوبهم وزين لهم الشيطا ن ماكان يعملون* فلما نسوا ماذكروا به فتحنا عليهم ابواب كل شيئ حتى اذا فرحوا بما اوتوا اخذنهم بغتة فاذاهم مبلسون* فقطع دابر القوم الذين ظلموا والحمد لله رب العالمين. ( الأنعام : 42 – 45 )
Allah berfirman : dan sesungguhnya kami telah mengutus (rasul) kepada ummat – ummat yang sebelum kamu, kemudian kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan kami kepada mereka bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka kamipun membukakan semua pintu – pintu kesenangan untuk mereka sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka. Kami siksa mereka dengan sekonyong – konyong maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang – orang yang dzolim itu dimusnahkan sampai ke akar –akarnya segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam. ( QS Al An’am : 42 – 45 )

وكذالك الرجفة بجوكجا جاوة الوسطى قدكان فيها الصالحون منذ السنة الماضية كاالشيخ على معصوم مصنف حجة اهل السنه والجماعة وغيره من العلماء الاعزاء نور الله قبورهم ونفعنا ببركة علومهم ومثل ذالك خروج الطين
من بطن الارض فى سيدو ارجا بجاوة الشرقى والرجفة بسومترا كلها بقاع التى فيها جمهور العلماء وفيها معاهد الاسلام السلفية والمدارس الدينية, فكيف وقعت تلك الكوارث العظيمة فى تلك البقاع …….؟

Begitu juga gempa yang menimpa di Jogja jawa tengah di daerah itu terdapat para orang sholeh sejak mulai masa – masa yang lalu seperti Syeh Ali Ma’sum pengarang kitab Hujjatu Ahli Sunnah Waljama’ah dan ulama – ulama lain yang mulya semoga Allah SWT menerangi makam – makam mereka dan Allah memberikan manfaat untuk kita dengan sebab berakah ilmu mereka.
Tidak jauh beda dengan gempa Jogja ialah lumpur Lapindo di kota Sidoarjo jawa timur dan gempa di Sumatra semuanya merupakan daerah dimana di dalamnya terdapat ulama’ – ulama’ yang terkenal dan didalamnya juga terdapat beberapa pesantren salaf dan lembaga pendidikan islam. Maka bagaimana bencana – bencana itu bisa menimpa daerah itu?......

فاالله سبحانه وتعالى قال : وماكان ربك ليهلك القرى بظلم واهلها مصلحون (هود :117 ) وقال ايضا " وماكان الله ليعذبهم وانت فيهم وماكان الله معذبهم وهم يستغفرون ( انفال : 33 ) هذان الأيتين صريحان فى الايضاح ان العذاب انما وقع على القرى التى يظلمون اهلها ولايقع على القرى المستغفرون اهلها ما اعجبنى بقول شيخى ميمون زبير انه قال كما سبق بان العذاب انما هو واقع على المذنبين ثم اصاب الصالحين كما اصابهم.
Allah SWT telah berfirman : dan tiada tuhanmu itu akan merusak negeri dengan cara dzolim sementara penduduk negeri itu adalah orang – orang yang sholeh (Q.S Hud : 117) dan Allah juga telah berfirman
“ dan tiada Allah akan menyiksa kaum sementara engkau (Muhammad berada ditengah- tengah kaum itu, dan tiada Allah menyiksa kaum. Sementara mereka dalam keadaan beristighfar meminta ampunan” (Q.S Al Anfal ayat 33) dua ayat ini sangat jelas dalam memberikan keterangan bahwa sesungguhnya adzab itu hanya di timpakan pada negeri yang penduduknya berbuat dzolim dan adzab tidak akan di timpakan pada suatu negri yang penduduknya mau beristighfar minta ampunan Allah. Sungguh sangat mengagumkan apa yang dikatakan guru besar syeh Maimun Zubair seperti yang telah disebutkan bahwa adzab hanya menimpa pada orang – orang yang berbuat dosa lalu adzab itu mengena pada orang – orang yang sholeh sama persis yang menimpa orang – orang yang berbuat dosa.
فالوقائع التى حدثت فى بلدنا اندونسيا من الرجفة والزلزله والثونامى وماخرج من بطن الارض كطين لافندوا وغيرها من المصائب والبلايا
أهي عذاب ام مصيبة ..... ؟
وقد اختلف العلماء فى ذالك منهم من قال انها عذاب من الله على عباده ومنهم من قال انها مصيبة عليهم ومنهم من قال انها عذاب على الظالمين ومصيبة وموعظة للمؤمنين, وقال الشيخ ميمون زبير رحمه الله تعالى فالعذاب انما انزله الله المذنبين ثم اصاب الصالحين كما اصابهم لأن العقوبة ادا حلت شملت الجميع الامن رحمه الله.
Kejadian yang menimpa di negara kita Indonesia seperti gempa, Tsunami, lumpur lapindo dan yang lain dari berbagai macam bancana. Apakah itu adzab atau musibah ....?
Dalam hal ini ulama’ berbeda – beda pendapat sebagian dari mereka mengatakan bahwa itu merupakan adzab Allah yang ditimpakan pada hamba- hambanya, sebagian yang lain mengatakan itu merupakan musibah. Sebagian mengatakan itu merupakan adzab bagi orang dzalim dan musibah juga Mauidzah bagi mu’min.
Syeikh Maimun Zubair mengatakan sesungguhnya adzab Allah itu diturunkan kepada para pelaku dosa karena sesungguhnya siksaan jika dijatuhkan atau ditimpakan maka siksaan itu akan mengena terhadap semuanya kecuali orang yang mendapat rahmat dari Allah.


فاذا تفكرنا فان العذاب انما نزل على عباده الظالمين فكيف لا وقد قال الله تعالى فى سورة هود : 10
وكذالك اخذ ربك اذا اخذ القرى وهي ظالمة ان اخذه اليم شديد
فنعلم ان الرجفة والزلزلة وغيرهما وقعت فى البقاع التى تجرى فيها احكام الله وهي البقعة التى دخل الاسلام فيها منذ القرن الأول من الهجرى حتى بعضها يقال لها رحبة من رحاب مكة المكرمة المسمى باجيه دار السلام.

Bila kita mau berfikir sesungguhnya adzab itu hanya di timpakan pada orang – orang yang dzolim. Bagaimana tidak ?? Allah SWT telah berfirman ” dan begitu adzab Tuhanmu apabila Dia mengadzab penduduk negeri yang berbuat dzolim, sesungguhnya adzabnya itu adalah sangat pedih lagi keras ( QS. Hud :102)
Kita tau bahwa gempa dan yang lain itu menimpa diberbagai daerah yang di situ di berlakukan hukum – hukum Allah yaitu sebuah daerah yang islam mulai masuk pertama sejak kurun awal hijriyah melalui daerah itu, hingga daerah itu disebut kota serambi makkah Al Mukarromah yang diberi nama Aceh Darussalam.

فنامل ايها الاخوان رحمكم الله بما اصاب اخوائنا من المسلمين والمسلمات في أجيه وفى جوكجا وفى سيدوارجا وفى سومترا ولعلهم يصابون بما فعل الظالمون والمنافقون فى تلك البقاع وهم لايقدرون على ازالة ظلمهم ومعاصيهم وعلم فى بعض تلك البقاع وجدت حشيش كثيرة وغيرها من النبات المسكرة مع ان كل مسكر حرام كما قاله النبى كل مسكر خمر ولاخمر حرام. فاذا صرفت الى محلها فلابأس قاذا صرفت إلى غير محلها فذلك ليس بمرضي شرعا ودستورا وعرفا.

Maka berangan –anganlah wahai saudaraku semoga Allah memberi belas kasihnya kepada kalian dengan apa yang telah mengena pada saudara-saudara kita yang muslim maupun yang muslimat di Aceh, Jogja, Sidoarjo, Sumatra, mungkin mereka terkena bencana di sebabkan oleh ulah jail orang-orang yang dzalim dan orang-orang munafiq di daerah itu. Sementara mereka tidak kuasa untuk menghilangkan kedzaliman dan kemaksiatan orang-orang dzalim tersebut
Sudah diketahui bahwa di sebagian daerah yang terkena bencana itu terdapat beberapa ganja dan tumbuh-tumbuhan lain yang memabukkan sementara setiap sesuatu yang memabukkan itu hukumnya haram di konsumsi sebagaimana sabda nabi ”setiap perkara yang memabukkan itu berarti khomr dan setiap khomr itu hukumnya haram” jika semua itu di tasarufkan dan di belanjakan pada semestinya maka tidak apalah namun jika dibelanjakan bukan pada semestinya maka itu yang tidak di ridhoi baik secara syara’, perundang – undangan dan secara halayak umum.


فاعلم ايها الأخوان بان تلك الكوارث ليست أخرما اصاب الله على عباده بل قد تقع وقتا فوقتا لايعلمها إلا الله سبحانه وتعالى وهو فعال لما يريد لايسئل مما يفعل
بعد مشاهذة هؤلاء هيابنا ......ان نحاسب انفسنا هل فعلنا ما لابد ان يفعله العباد ؟. فان وجدنا ما فى انفسنا على خلاف ما امر الله به فانبذنا وابد لنا بما يوافق شرائعه حتى نخشر مع عباده الصالحين غدا مع نيل فضله الكريم.

Ketahuailah wahai para saudaraku bencana – bencana itu bukan akhir dari apa yang Allah timpakan pada hamba-hambanya akan tetapi itu akan terjadi sewaktu – waktu yang tidak ada yang tahu kecuali Allah SWT. Dia berbuat apa saja sesuai yang di kehendaki tidak akan di tanya apa yang telah di kerjakan dan akan di kerjaka.
Setelah menyaksikan kejadian itu semua maka marilah kita untuk introspeksi diri kita sendiri apakah semua yang telah kita kerjakan itu adalah sesuatu yang memang harus di kerjakan sebagai hambanya?
Jika kita menemukan dalam diri kita sebuah kesalahan yang tidak sama dengan apa yang telah di perintahkan Allah maka buanglah itu dan kita ganti dengan hal yang sesuai dengan syariat-syariat Allah. Sehingga pada akhirnya kita di giring di kelompok bersama para hamba-hambanya yang sholeh besok dan memperoleh anugarahnya yang agung.


قال الله تعالى : واتقوا فتنة لاتصيبن الذين ظلموا منكم خاصة واعلموا ان الله شديد العقاب (الانفال : 25)
وعن انس بن مالك انه دخل على عائشة هو ورجل فقال لها الرجل ياام المؤمين حدثينا عن الزلزلة فقالت اذا استباحوا الزنا وشربوا الخمر وضربوا باالمعازف غار الله فى سمائه فقال للارض تزلزلى بهم فان تابوا وتركوا والااهدمها عليهم قال يا ام المؤمنين أعذابا لهم ؟... قالت بل موعظة ورحمة للمؤمنين ونكالا وعذابا وسخطا على الكافرين.

Allah berfirman “ dan takutlah kalian semua terhdap fitnah yang tidak mengena bagi orang-orang yang dzolim dari kalian semua secara khusus, dan ketahuailah sesungguhnya Allah itu sangat pedih siksaan (QS. Al Anfal : 25)
Dan dari Anas bin Malik, sesungguhnya dia dan laki-laki lain menghadap Aisyah ra. Lalu laki-laki itu tanya pada Aisyah ” Wahai ibunya orang-orang mu’min ceritakan pada kami tentang gempa ? beliau berkata ” ketika mereka telah menghalalkan perzinaan. Dan mereka telah meminum arak dan mereka telah memainkan alat musik (jenis alat musik yang bersenar) maka Allah memasuki langitnya dan berkata pada bumi bergoncanglah engkau dengan mereka maka bila mereka menjadi taubat dan menghentikan kemaksiatan-kemaksiatan (berhentilah itu peringatan) dan jika tidak maka rusaklah dengan goncangan itu. laki-laki itu bertanya Apakah itu siksa bagi mereka ?. Aisyah berkata ” tidak, akan tetapi itu merupakan nasehat serta rahmat Allah bagi orang mu’min dan bencana, siksa dan murka Allah terhadap orang – orang kafir

وذالك ما اعتمده الشيخ ميمون رحمه الله تعالى وقال ابن القيم وقد يأذن الله سبحانه وتعالى للأرض فى بعض الاحيان فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك الخوف والخشية والانابة والاقلاع عن المعاصى والتضرع الى الله والندم . اه
وعن ام سلمه : سمعت رسول الله يقول اذا ظهرت المعاصى فى امتى عمهم الله بعذاب من عنده فقلت يا رسول الله اما فيه يومئذ اناس صالحون ؟. قال بلى قلت فكيف يضع اولئك ؟ قال يصيبهم ما اصاب الناس ثم يصيرون الى مغفرة من الله ورضوان ( رواه احمد )
Pendapat Aisyah itulah yang dibuat acuan oleh syeh Maimun semoga Allah mengasihinya, dan syeh Ibnu Qoyyim mengatakan “ Terkadang Allah SWT dalam suatu masa memberikan ijin pada bumi untuk menggerakan bumi(gempa) yang besar kemudian dari gempa itu muncul ketakutan dan kehawatiran dan taubat berhenti dari melakukan kemaksiatan dan merendah pada Allah juga merasa menyesal pada dosa yang telah di kerjakan.
Dari Ummi Salamah beliau berkata “aku telah mendengar nabi bersabda ” jika telah tampak beberapa kemaksiatan pada ummatku maka Allah meratakan mereka dengan siksa darinya lalu aku berkata ” Apakah di daerah itu tidak ada orang-orang yang sholeh ? nabi menjawab “ ada “ lalu aku berkat lagi “ bagaimana yang terjadi dengan orang-orang sholeh tersebut ? Nabi menjawab “ mereka terkena apa – apa yang telah mengena pada manusia kemudian mereka mendapat ampunan dan keridhoan dari Allah SWT.
وفى صحيح ابن حبان عن عائشة : ان الله اذا انزل سطوته بأهل نقمته وفيهم الصالحون قبضوا معهم ثم بعثوا على نياتهم واعمالهم
قال الله تعالى : قل سيروا فى الارض ثم انظروا كيف كان عاقبة المكذبين (الأنعام : 11 ) والله سبحانه وتعالى قد قص قصص سيرة المرسلين وقومهم بأنواع الوقائع عبرة لمن تعقل وتفكر.
فان الكوارث التى قد وقعت فى بلدنا انما هي متقاربة او متماثلة على ما وقعت فى الامم الماضية فان القوم فى تلك البقاع يعيشون برحمة من الله ونعمة لاتحصى عددها حتى يقال انها بقاع طيبة تفجرت الانهار والعيون فيها جنات من انواع الاثمار المختلفة وحصدت زرعها واثمرت ا ش منه السيئات التى كسبوها والمخالفة لأمر الله تعالى ولإعراضهم عن المناهج الصحية التى سلكها العلماء السلف والخلف الذين هم ورثة الانبياء.
didalam kitab Shohih ibnu Hibban dari Aisyah menyebutkaan”sesungguhnya sewaktu Allah menurunkan murkanya(adzab)kepada ahli maksiat dan di dalam daerah itu terdapat orang-orang sholih maka orang-orang sholih itu di timpa lalu mereka di bangunkan sesuai dengan niat dan amal mereka”Allah berfirman ”katakan (muhammad)berjalanlah kalian semua diatas bumi lalu lihatlah apa yang telah menimpa pada kaum-kaumyang berbohong”
dan Allah juga telah menyeritakan kisah para nabi dan para kaum-kaum terdahulu sebagai suritauladan bagi orang yang mau berfikir.
Maka sesungguhnya beberapa gempa yang melanda di negara kita itu hampir mendekati dan menyamai terhadap apa yang telah menimpa ummat-ummat yang terdahulu.Penduduk di daerah (yang terkena bencana) itu (sebenarnya) merasakan hidup dengan belas kasih dan ni’mat dari Allah yang tidak bisa terhitung jumlahnya, hingga daerah itu dikatakan daerah yang gemah ripah mata air dan sumberan mengalir deras didalamnya terdapat beberapa macam buah-buahan, tanaman mereka dapat dipanen, pohon-pohonnya dapat berbuah. Maka sewaktu penduduk itu merasakan dan meni’mati ni’mat-ni’mat Allah yang telah di rizqikan tiba-tiba Allah memusnahkan dengan siksaannya disebabkan perbuatan-perbuatan jelek yang telah dikerjakan, mereka menyalahi terhdap perintah Allah. Mereka menghindar dan berbelok dari metode yang benar yang telah dilaksanakan dan dipraktekan oleh ulama’ salaf dan kholaf’ yang mereka para ulama’ itu ialah pewaris para Nabi.

قال الصاوي في قو له واتقوا قنتة اى وا تقوا سبب فتنة وهى المعا صي فا نها سبب لنزول المصا ئب الدنيوية، وفى الحد يث ما معناه: مثل الظا لم كمثل جما عة في اسفل مركب ومثل غير الظالم كمثل جماعة في اعلى المركب فأراد الاسفل ان يخرقوا خرقا يستفون منه فان سلم لهم اهل الاعلى هلكوا جميعا وان قامواعليهم نجوا جميعا.
وقال ابن عباس: ان الله امرالمؤمنين ان لايقروا المنكرين اظهرهم فيعمهم الله باالعذاب فيصيب الظالم وغيرالظلم، وفى الحديث ان الله لا يعذب العامة بعمل الخاصة حتى يروا المنكرين ظهر اتيهم وهم قادرون على ان ينكروه فاذا فعلوا ذلك عذب الله العامة والخا صة

سورة الزلزلة
اذازلزلت الارض زلزالها واخرجت الارض اثقالها وقال الانسان مالها يومئد تحدث اخبارها بان ربك اوحي لها يومئديصدرالناس اشتاتا ليروا اعمالهم فمن يعمل مثقال ذرةخيرا يره ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangnya (dahsyat) dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandunginya) dan manusia bertanya “ mengapa bumi (jadi begini)? Pada hari itu bumi meceritakan beritanya.Karma sesungguhnya tuhan telah memperintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam supaya di perlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrohpun niscaya dia akan melihat (balasan)nya dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dharroh (semuk kecil) niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”

وهذه الايات تقص علي شاءن القيامة باءخبارانواع حالات الناس ان كان خيرا فخيروان شرا فشر
Ayat-ayat ini menceritakan tentang keberadaan hari qiamat dengan menggambarkan keadaan-keadaan manusia yang berbeda-beda, jika amal mereka baik maka akan di balas baik bila amal mereka jelek maka akan di balas jelek pula.

قال بعضهم ومعنى اذا زلزلت الارض زلزالها اى اذا تحركت الارض حركة شديدة فانكسر ما عليها منالاسجار والجبال والبنيان وهوشامل منالماضي الى المستقبل الى يوم القيتمة غدا
ولعل الرجفة والزلزلت التي ب اجيه المشهور بتثونامى ثم الرجفة التى بجوكجا وبسمترا داخلة فى تلك الكوارث أهلكت ماعلى الأرض ايضا كاالأشجار و البنيان والبهائم حتى الانسان وسوى الأرض مع خرابتها كان لم يغنوا فيها قبلها وهناك أمرعجيب دل على قدرة الله تعالى ان بعض المساجد بأجيه لم يخرب بل يبقى على حاله قبل لم يتغيربناؤه الا قليلا .
Sebagian ulama’ mengartikan ayat pertama itu sebagai berikut “ apabila bumi bergerak dengan gerakan yang dahsyat maka rusak dan robohlah apa-apa yang berada di atasnya separti pohon-pohonan, gunung. Serta beberapa bangunan-bangunan, penafsiran yang seperti ini mencakup pada semua gempa-gempa bumi yang ada mulai masa yang lalu dan juga yang akan datang sampai hari qiamat
Mungkin saja Tsunami yang ada di Aceh,gempa di Yogyakarta dan Sumatra itu termasuk katagori ma’na yang terkandung dalam ayat di atas,karna bencana itu juga merusak dan merobohkan apa-apa yang ada di muka bumi itu bukan hanya pohon-pohon, bangunan –bangunan dan hewan-hewan, tetapi manusia juga rusak dan mati Buminya menjadi rata dengan puing-puingnya sepeti bumi sunyi yang tiada penduduk sebelumnya, dalam malapetaka itu terdapat kejadian yang mengagumkan yang menunjukan atas kekuasaan Allah.
Bahwa sebagian masjid –masjid disana terdapat masjid yang tidak roboh bahkan masih utuh seperti sebelum terjadi bencana masjid itu tidak berubah rusak kecuali hanya sedikit .

وفي اية أخرى قال تعالى اولم يهد لهم كم اهلكنا من قبلهم من القرون يمشون في مساكنهم ان في ذلك لايات افلا يسمعون (السجدة : )
هذه الأية سماع تدبرواتعاظ على كل من سمعها لا سيما من المؤمنين و المؤمنينات كى لا يعصواالله طرقة عين في كل مكان و حين لو عيده سجاه و تعالى على من انكره واعصاه بعذاب مهين مهلك حالا ومألاوغدا والله سبحنه و تعالى يقول ذلك تنبيها و اعلاما و وعيدا لسائر الخلق كرا او انثى كي يداوموا على الطاعة لمولا هم و هو الله ربهم وربنا ويفعلوا على ما يعتادون من المعصى والمنكرات ليفوزوا يوم المعاد من الزلات المهلكات و نيل الكرامات بدخول الجنات.
Dalam ayat lain Allah berfirman “dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah kami binasakan sedang kan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka, sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekusaan alloh) maka apakah mereka tidak mendengar kan (perhatian)”?......
Ayat ini merupakan pendengaran yang bertujuan untuk berfikir dan pemberian nasihat tehadap semua yang mendengarkan terlebih para mu’min laki-laki maupun perempuan agar supaya mereka tidak durhaka
pada Allah samasekali dalam setiap tempat dan waktu
Hal itu karna ada ancaman dari Allah terhadap orang yang mengingkari dan mendurhakai Allah yaitu denga ancaman siksa yang menghinakan dan merusak seketika itu atau akan datang
Allah nerfirman seperti itu sebagai peringatan serta ancaman bagi semua mahluk baik laki-laki maupun perempuan agar supaya mereka selau konsis dalam ta’at terhadap tuhan mereka yang menjadi tuan yaitu Allah s.w.t dan agar supaya mereka meninggalkan terhadap kebiasaan –kebiasaan mereka dalam melakukan beberapa ma’siat dan mungkar denga tujuan agar mereka selamat di hari qiamat dari tergelincir yang dapat merusak dan agar supaya mendapat dan memperoleh beberapa kemulyaan serta masuk kedalam surga.

واخر ما يسر الله لي من البحث فيما يتعلق بتلك الكوارث أعنى الرجفة والزلزلة وما يخرج من بطن لاقندوا وسونامى اقول بأن تلك الكوارث كلها امامصيبة واماعذاب مصيبة وموعظة للمؤمنين التى تورث بعدهاالى زيادة التقرب والتصرع والخضوع وزيادةالتعبد الى الله سبحانه وتعالى حتى فنتح الله لهم بركات السموات والأرض بخروج الزروع والنبات والثمرات وبتناول ذلك ظهرت انوار قلوبهم وأفكارهم حتى يجمعوا على التحكيم بأحكام الله فيما يتعلق باالرعية والرياسة و مع ذلك يعتمدون انه لاحكم الاحكم الله وبه قال تعالى و ان احكم بينكم بما انزل الله

Akhir dari apa yang telah Allah berikan kemurahan pada penulis dari pembahasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan bencana-bencana seperti gempa,lumur lapindo dan sunami penuli mengatakan bahwa bencana-bencana itu ada kalanya berupa musibah ada kalanya adzab(siksaan).
Musibah dan nasehat bagi para mu’min itu yang menyebabkan setelah adanya kejadian mereka semakin dekat dan tunduk serta tambah ibadah mereka kepada allah SWT.sehingga dari itu Allah membuka berkahnya langit dan bumi dengan memberikan tanaman-tanaman mereka,buah-buahan seta biji-bijian mereka dapat tumbuh dan keluar hasilnya.dan dengan mengkonsumsi itu semua jelas dan tampak cahaya hati dan fikir mereka sehingga mereka sepakat untuk membuat perundang-undangan dengan hukum-hukum Allah tentang hal yang berkaitan dengan rakyat maupun pemerintah mereka berkeyakinan bahwa tiada hukum kecuali hukum Allah.Allah berfirman” dan berilah hukum diantara mereka dengan hukum yang telah Allah turunkan
و تلك الكوارث عذاب للمنا فقين والمشركين بشغولهم على معصية الخلق وانكار هم على اجراء احكام الله الملك وهم يعلمون عمل قوم لوط و قوم عاد وقوم ثمود يجحدون مااوجيه الله وما انهاه ويمكرون على فسخ احكمه و يظلمون على المؤمنين والمؤمنات من لدن ادم حتى الان ويسبون الصحابة سلف الصالح
بل يعبدون ما لا يتكلم ولا يسمع ولا يبصر ولا يستعين وهم جهال يساقون غدا الى النار وجوهم لو جوه الخنازر والكلالب بطونهم كالجبال مملوئة بالحية والعقارب يخرج النار من انوافهم و افواههم يدخلون النارخالدين فيهاابدا لايحيون ولايموتون
Bencana-bencana itu merupakan adzab atau siksa bagi orang-orang munafik dan orang-orang musrik disebabkan mereka tersibukkan dengan melakukan maksiat,durhaka kepada Allah dan disebabkan mereka mengingkari terhadap diberlakukanya hukum-hukun Allah mereka mengerjakan seperti perbuatanya kaum LUTH,kaum ‘AD dan kaumTSAMUD.
Mereka mengingkari hukum-hukum yang telah diwajibkan Allah dan yang dilarang.mereka memperdaya guna menghapus dan menghilangkan hukum-hukum Allah.mereka menganiaya terhadap muslim laki-laki maupun perempuan mulai nabi Adam sampai sekarang mereka berkata kotor dan keji terhadap para sahabat dan ulama’ terdahulu.bahkan mereka itu orang-orang yang bodoh,mereka menyembah benda yang tidak bisa bicara,tidak bisa mendengar,tidak bisa melihat dan tidak bisa menolong.besok dihari akhir mereka digiring keneraka,wajah mereka seperti wajahnya babi dan anjing, perut mereka besar seperi gunung yang terpenuhi dengan ular dan kalajengking, api keluar dari hidung dan mulut mereka, Mereka masuk neraka untuk selamanya.didalam neraka itu mereka tidak hidup juga tidak mati


خاتمة
والقران الذى انزل الله على قلب حبيبه محمد صلى الله عليه وسلم هدى وبشرى للمؤمنين ووعيدا للكافرين فيه ايات محكمات هن ام الكتاب و اخر متشابهات وفيه ايات مبينة على قصص الأنبياء و المرسلين مع بيان انواع المعجزات لاءظهار الحق والرسول هو الذى بعث الى كافة هذه الأمة جاء بشرائع من الله سبحانه و تعالى لجلب مصالح الأمة ودرك مفاسدها كي ينالوا فوزاعظيما بالحيات الطيبة في الدنيا و المغفرة والرضوان في الأخرة
وقد قص الله سبحانه و تعالى سيرة الأنبياء وقصة الأقوام الماضية بجميع صفاتهم واحوالهم ومجاورتهم على انبيائهم وأخر أمورهم و عاقبتهم كقوم لوط وقوم ثمود و قوم عاد كلها مكتوب ومدون في القرأن الذى انزل على محمد ليبلغه على سائرامته كى يعلموا و يتفكروا ويتأملوا ويتدبروا كيف أخذالله الذين يظلمون رسلهم و يجحدونهم وكيف وعد الله الذين يعلمون الصالحات بأنهم يدخلون الجنات ونيل الفضلات و الكرمات قال تعالى : افلم بسيروا في الأرض فتكون لهم قلوب يعقلون بها. وقال :

واتل عليهم نباءالذين اتيناه اياتنا فانسلخ منها فاتبعه الشيطان فكان من الغاوين , ولو شئنا لرفعناه بها ولكنه اخلد الى الارض واتبع هواه فمثله كمثل الكلب ان تحمل عليه يلهث او تتركه يلهث ذلك مثل القوم الذين كذبوا با ياتنا قاقصص القصص لعلهم يتفكرون )الاعرف (175-176
وقال تعالى : افلم يتدبرون القران ام على قلوب اقفالها )محمد 24: (
وقال تعالى : وسوف يعلمون حين يرون العذاب من اضل سبيلا
) الفرقان 42 : (
وتلك الأيات صريحة على الا يضاح بأن حق العاقل ان يتفكر ما وجد وما شهد ثم يتدبر ويختار مايليق و ينبغى ان يعلمه ومايتركه من الأوامر والنواهى ليكون من أهل الفائزين و قال تعالى في اية أخرى افلم يسيروا في الأرض فينظروا كيف كان عاقبة الذين من قبلهم
هذا اخر مايسر الله لي من التسويدعلى بياض المصاحف ببيان مايتعلق با المشاهدات كمثل الكوارث التى تقع ببلادنا اندونسيا و بلاد المسلمين كالرجفة والزلزلة و غيرهما كله بعون الله و فضله عسى الله ان ينفع ببركة علوم مشايخي وأساتذتي وابائي وامهاتي
اقول بأني عبد فقير ضعيف أحتاج الى فضل الكريم الجواد فان كان في مقالتي خطاء فهو من ضعف عقلي وان خالص من الله سبحانه و تعالى عسى ان يجعلها لي سبباللبركة والمنفعة و نيل الكرامات
اللهم انت ربي اسئلك ان تعطينى كما اعطيت عبادك الصالحين وارزقني كما رزقت عبادك الصالحين وسلمني كما سلمت عبادك الصالحين واختملي كما ختمت عبادك الصالحين واغفرلي ولوالدي ولمشايخى واخشرنا زمرة عبادك الصالحين وتوفنابخاتمة السعادة مسلمين أمنين
وصلى الله على سيدنا محمد و على ال محمد

الفقير الى عفوالغفور


( نورعزيز )




Khotimah

Al-qur’an yang telah Allah turunkan dihati kekasihnya yaitu Muhammad SAW itu merupakan sebagai petunjuk dan sebagai kabar gembira bagi orang-orang mukmin dan sebagai ancaman bagi orang-orang kafir, didalam alqur’an itu terdapat ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum-hukum dan itu merupakan yang paling inti dalam Alqur’an disamping itu ada ayat-ayat Mutasyabih (belum jelas arti pastinya) dan juga terdapat aya-ayat yang menjelaskan tentang kisah-kisah para Nabi dan para Utusan dengan menjelaskan mukjizat-mukjizat untuk menampakkan suatu kebenaran,.
Rosulullah ialah seorang yang diutus pada semua ummat dengan membawa ajaran-ajaran serta syari’at-syari’at dari Allah SWT, yang dengan adanya syari’at itu berfungsi untuk menarik kemaslahatan ummat serta menolak beberapa mafsadah atau kerusakan agar supaya mereka memperoleh keuntungan yang besar yaitu hidup enak didunia serta ampunan dan ridho besok di alam Akhirat.
Allah SWT telah menceritakan beberapa kisah perjalanan hidup para Nabi dan menceritakan kisah-kisah ummat terdahulu dengan semua macam sifat-sifat mereka, tingkah laku mereka, bentuk bertetangga atau interaksi mereka pada para nabinya, serta akhir dari masa mereka dengan beberapa akibat dari apa yang telah diperbuat ...! sebagaimana cerita yang terjadi pada kaum luth, kaum Tsamud, kaum ‘Ad, semua cerita itu ditulis dan dibukukan dalam Alqur’an yang telah ditunkan pada nabi Muhammad agar supaya Muhammad menyampaikan semuanya itu pada segenap ummat.demikian itu diharapkan para ummat dapat berfikir, berangan-angan mengerti serta mempertimbangkan bagaimana Allah telah menyiksa dan membinasakan kepada semua kaum yang dholim yaitu menganiaya serta mengingkari pada para utusan Allah. Dan bagaimana Allah memberi janji bagi orang-orang yang berbuat kebajikan dengan janji akan dimasukkan surga dengan memeperoleh beberapa keutamaan dan kemuliaan.
Allah berfirman : “ dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah kami berikan kepadanya aya-ayat kami (pengetahuan tentang isi al-kitab) kemudian dia melepaskan diri dari aya-ayat itu lalu ia diikuti oleh syetan (sampai ia tergoda) maka jadilah ia termasuk orang-orang yang sesat dan kalau kami menghendaki sesungguhnya kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu. Tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruti hawanafsunya yang rendah. Maka perumpamaanya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya, anjing itu mengulurkan lidahnya (juga) demikian itulah perumpamaan orang-oramg yang mendustakan ayat-ayat kami maka beritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berfikir (Q.S. Al-A’rof :175-176).
Allah juga berfirman :” apakah mereka tidak berfikir (memperhitungkan Alqur’an ataukah didalam hati (mereka) terdapat kunci-kuncinya”.(Q.S. Muhammad :24)
Dan dalam surat Al-furqon ayat 42 Allah juga berfirman :
“ mereka bakal mengerti sewaktu mereka melihat adzab siapa yang paling sesat jalannya”.
Ayat-ayat itu telah gamblang dalam memeperjelas bahwa kewajiban bagi orang yang berakal ialah berfikir tentang apa yang telah ada dan telah di saksikan . kemudian ia mempertimbangkan lalu memilih mana yang layak untuk ia kerjakan dan mana yang harus di tinggalkan dari beberapa perintah dan larangan.supaya ia tergolong dari orang-orang yang beruntug, Allah dalam ayat lain berfirman
“maka apakah mereka tidak berjalan (menelusuri) bumi kemudian mereka melihat (denga dijadikan sebuah/contoh) bagaimana akibat dari kaum-kaum ter dahulu sebelum mereka”
Inilah akhir dari apa yang telah Allah berikan kemudahan bagiku dalam menghitamkan (menulis) diatas putihnya lempiran-lempiran buku.dengan menjelaskan tentang yang berkaitan dengan kejadian yang telah terjadi seperti beberapa bencana yang terjadi di negara kita Indonesia serta negara-negara muslim lain seperti gempa dan yang lain Semuanya itu atas pertolongan dn anugrah dari Allah S.W.T mudah-mudahan Allah berkenan memberikan manfaat pada penulis dengan berkah ilmunya para guru,para syeh dan orang tua .
Penulis mengatakan “ saya adalah hamba yang fakir yang lemah yang membutuhkan pada anugrah Allah yang brsifat murah dan mulya”
Jika dalam ucapan saya terdapat kesalahan itu karna lemahnya akal saya dan kurangnya akal dan jika terdapat kebenaran itu murni dari Allah S.W.T mudah-mudahan ini menjadikan pelantara bagi penulis untuk mendapatkan barokah, manfaat dan memperoleh kemulyaan dunia Akhirat..
Ya Allah Engkaulah tuhanku, aku memintamu berilah aku sebagaimana apa yang telah Engkau berikan pada hamba-hambamu yang sholeh, berikan rizki padaku seperti yang telah Engkau berikan pada hambamu yanh sholeh selamatkan aku sebagaimana Engkau telah menyelamatkan hamba-hamba yang sholeh. Akhiri hidupku seperti Engkau mengakhiri hidup hambamu yang sholeh ampunilah aku,orangtuaku, para guruku dan giringlah kami dalam kelompok hamba-hambamu yang sholeh dan matikan kami dengan akhiran yang baik dalam keadaa islam dan iman

وصلى الله على محمد وعلى ال محمد

Malang. 03 Nov 2008
Penulis
Nur Aziz

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar