Tentang Hidup Saya

Tentang Rizqi, Saya harus berusaha supaya bisa menyantuni anak yatim, dhu'afa', shodaqoh, wakaf, jariyah dengan sebanyak-banyaknya
Tentang ajal, kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan saya, maka saya harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
Tentang jodoh, dia pasti yang terbaik untuk saya dan saya juga yang terbaik untuk dia, harapannya saya dan dia sama-sama ikhlas, ridho, syukur, qona'ah, sabar, dan saling pengertian.
Tentang masa depan, saya tidak tahu, saya hanya bisa belajar dari masa lalu dan berusaha menjadi yang lebih baik.
Tentang harapan, saya kurang sabar saya hanya minta kepada Allah tergolong mina al-Shobirin, Al-Mukhlishin, Al-Mahbubin, Al-Mardliyyin, Al-Sholihin.
Tentang orang lain, mereka sebagai obyek pendidikan, jika saya tidak mau dilukai saya harus tidak boleh melukai, saya harus menghargai, tidak merendahkan karena belum tentu saya lebih baik dari mereka.
ALLAHU MA'II, ALLAHU NAADHIRII, ALLAHU SYAAHIDII.

Kamis, 10 Juni 2010

tentang saya

satu dari tiga saudara, lahir di desa yang sebenarnya saya tidak ingin lahir disitu. hijrah dan menemukan pengasuh jiwa yang al-'allamah. berjuang demi mencapai ikhlas dan ridho terhadap semua realita yang Allah berikan pada saya.tentang hidup saya banyak belajar dari semua kenyataan yang saya alami dan lingkungan sekitar, termasuk orang-orang yang pernah ada dalam kehidupan saya,saya ingat Allah telah berfirman "ya tuhan....tiada yang telah Engkau ciptakan itu sia-sia",saya belajar bahwa kenyataan tidak seburuk yang di cemaskan juga tidak seindah yang dibayangkan,semua yang diciptakan Allah itu selalu bergandeng dengan pasanganya,ada hitam ada putih,ada baik ada tidak baik,ada benci ada cinta karena hidup penuh warna,tidak ada yang tahu masa depannya"manusia tidak akan pernah tahu besok akan menjadi apa(Al-Quran)"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar