Tentang Hidup Saya

Tentang Rizqi, Saya harus berusaha supaya bisa menyantuni anak yatim, dhu'afa', shodaqoh, wakaf, jariyah dengan sebanyak-banyaknya
Tentang ajal, kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan saya, maka saya harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
Tentang jodoh, dia pasti yang terbaik untuk saya dan saya juga yang terbaik untuk dia, harapannya saya dan dia sama-sama ikhlas, ridho, syukur, qona'ah, sabar, dan saling pengertian.
Tentang masa depan, saya tidak tahu, saya hanya bisa belajar dari masa lalu dan berusaha menjadi yang lebih baik.
Tentang harapan, saya kurang sabar saya hanya minta kepada Allah tergolong mina al-Shobirin, Al-Mukhlishin, Al-Mahbubin, Al-Mardliyyin, Al-Sholihin.
Tentang orang lain, mereka sebagai obyek pendidikan, jika saya tidak mau dilukai saya harus tidak boleh melukai, saya harus menghargai, tidak merendahkan karena belum tentu saya lebih baik dari mereka.
ALLAHU MA'II, ALLAHU NAADHIRII, ALLAHU SYAAHIDII.

Kamis, 24 Juni 2010

Puisiku

Kenangan dan harapan
Dulu………
Waktu adalah waktu
Yang lalu tetaplah berlalu
Kenangan hanya tinggal kenangan
Tak mampu tuk terputar kembali kecuali ratapan dan ratapan

Kini………
Hidup adalah kenyataan
Perjuangan serta pengorbanan
Rintihan nan deritaan

Harapan……….
Aku tak tau
Masihkah ada jalan untukku
Masihkah ada peluang untukku

Ya Allah………..
Jiwa ini telah banyak ternodai
Oleh nafsu seta ma'shi
Kulupakan Engkau demi gengsi
Kuduakan Engkau demi harga diri
Ya Allah………
Hari esok adalah milikmu
Hari esok adalah rahasiamu
Bila Engkau izinkan aku untuk menemuinya
Jadikan itu sebagai jalan menuju ridzomu
Saat ini dan hari ini
Izinkan aku untuk berjaji
Akan berusaha menjadi lebih baik
Menjadi hamba yang dicintai sang kholiq
Hidup adalah penantian
Saat aku ada dikandungan ibuku
Aku berkata:
Kapan aku keluar ?
Kapan aku bisa melihat dunia?


Setelah aku keluar dan aku masih kecil
Aku berkata:
Kapan aku dewasa?
kapan aku mampu bergerak bebas?
kapan aku berhak menentukan sesuai pilihanku?

Setelah aku dewasa
Aku berkata:
Kenapa dunia begitu cepat?
Kenapa semua berlalu tanpa terasa?
Kenapa tak seperti yang kuharapkan?
Kenapa semuanya akan menjadi seperti semula?

Setelah aku tua
Aku berkata:
Inilah hidup
Hidup hanyalah penantian
Hidup adalah proses
Yang hasilnya akan ditentukan esok
Di hari akhir
Suka….duka
Ni'mat….adzab
Surga …..neraka
Adalah sesuai proses yang dikerjakan

Aku tak mampu

Bumi……
Kau melihat
Dimana aku melakukan iu
Hari……
Kau menyaksikan
Kapan aku melakukan itu
Malaikat………
Kau mencatat
Apa yang telah aku lakukan
Aku……..
Aku tau kapan dan dimana
Aku melakukan itu
Ya Allah………
Engkau tau
Dan maha lebih tau
Lalu……..
Apa yang akan Engkau berikan padaku?
Ya Allah………Jika itu siksa
Itu amat berat bagiku
Aku tak mampu menerima siksamu
Aku amat lemah ya Allah…..
Aku takmampu
Bila Engkau limpahkan siksamu
Aku mohon…………..





Bukankah

Ya Allah…
Bukankah Engkau pernah bilang
Engkau akan bersamaku dan semua hambamu
Ya Allah….
Bukankah Engkau juga pernah bilang
Engkau akan memenuhi semua permintaan hambamu
Ya Allah….
Bukankah bila Wngkau berjanji pasti akan Engkau penuhi
Tapi kenapa ?
Engkau disampingku
Engkau melihatku
Tidak menghindarkan aku
Dari berbuat durhaka padaMu
Kenapa……..?
Engkau biarkan
Aku mendustaiMu
Aku berpaling dariMu
Aku menganiayaMu
Kenapa……..ya Allah ?
Disini aku meminta
Saat ini aku memohon
Jadikanlah yang terbaik untukku
Untuk dunia dan Akhiratku
Demi aku melihatMu
Bersama semua yang bersaja padaku




Tau dan tidak tau

Aku tak tau
Berapa salahku
Semua badanku pernah berbuat dusta
Mata,telinga,lisan,hati dan semuanya

Aku tak tau
Masihkah sudi tuhanku
Untuk menghapus semua salahku
Yang semakin tambah setiap waktu

Aku tak tau
Kenapa aku berbuat seperti itu
Kenistaan yang semestinya aku sudah tau
Ataukah…….. itulah kebodohanku

Aku tak tau
Kapan aku mengahiri semua itu
Kembali kejalan Tuhanku
Sementara nafsuku selalu meminta itu

aku tau
Tuhanku maha tau
Ampunanya lebih dahulu
Dari pada murka atas dosaku

Ya Allah….
Terimakasih
Aku sekarang menjadi tau

Tak perlu

Bila aku bangga aku pandai
Akankah pandai selalu bersamaku
Sudah Banyak yang menjadi pikun
Tuli,lumpuh,dungu dan menjadi bodoh

Bila aku bangga aku kaya
Akankah kekayaan mampu menolongku
Sudah Banyak yang menjadi sombong dan angkuh
Dan ada yang menjadi gila

Bila aku bangga aku cantik aku ganteng
Akankah hidupku terjamin
Bagaiman jika dengan itu
Menjadi fitnah dan aku tak mampu menjaga amanah itu

Tak perlu sombong
Tak perlu banggakan diri
Tak perlu pamer
Tak perlu suudzon
Tak perlu iri dengki
Tak perlu rendahkan orang lain
Tak perlu lakukan yang tak perlu
Yang perlu
Masih banyak yang perlu dilakukan





Riya' dan ujub

Sayu-sayu terdengar suara adzan
Akupun bergegas memenuhi panggilan itu
Lalu kuhadapkan jiwa ragaku
Sepenuh kalbu
Baru menghadap
Datang sifat riyakku
Aku pamer dihadapan hamba-hambaMu
Aku yang paling khusyu'
Aku sadar
Aku mengusirnya
Akupun meneruskan ritual itu
Selesai aku kerjakan
Datang sifat ujubku
Aku bangga telah lakukan itu
Seakan hanya aku yang mampu lakukan itu
Aku sadar
Lalu aku mengusirnya
Akupun baca istighfar minta ampunan
Setelah itu
Aku terlena
Aku merasa sudah cukup
Aku sudah lakukan semua
Ya Allah…..
Ampunilah aku
Amouni jiwa ragaku yang hina ini




Engkau harapanku

Kurundukkan kepala
Memandang juwa rapuhku
Yang penuh kotoran dosa
penuh linangan nafsu
entah berapa juta
ku gunakan seluruh jiwa ragaku
aku mendurhakai Tuhanku
yang tak kunjung reda
sesaat aku ingat lalu sadar
seratus kaliaku kelap dan kabur
sekali aku menyebut nama Tuhanku
seribu kali aku mengucapkan kebohonganku
malam kusesali dosa
siang kuulangi dusta
siang aku baca istighfar
sore nafsu kuumbar
dihadapan Allah
aku pura-pura menangis dan menyesal
namun hatiku tak pernah gemetar
saat kuulangi dosa dan mungkar
ya Allah……
Engkau tinggal harapanku
Engkau hanya harapanku
Engkau tempat harapanku
Engkau tempatku mengadu
maafkanlah….



Penyesalan
Ya Allah…
24 tahun silam
Aku mendurhakaimu
24 tahun yang lalu
Aku lakukan hal yang memalukan
Berapa ribu macam dosa aku lakukan
Berjuta dusta aku kerjakan
Semua ku akhiri dengan penyesalan
Yang hanya sebatas penyesalan
Aku lakukan lagi perbuatan itu
Dengan penuh birahi dan nafsu
Ya Allah…
Aku sadar itu
Aku tahu itu laranganmu
Aku tahu itu dosa
Aku tahu ancamanmu adalah murka
Tapi…
Bagaimana lagi
Akalku tertutup oleh nafsu syaithon
Hati jenihku tertutup kabut
Oleh manisnya ma’siyat
Aku mohon ampunanmu
Hapuslah semua dosaku








Manusia Durjana
Wahi kalian manusia durjana
Ingatlah pada Allah dzat maha segalanya
Kenapa…?
Jiwamu engkau lumuri dengan dosa
Otakmu hanya tersirat urusan dunia
Engaku basuh ragamu dengan kedurhakaan
Engaku sampai dalam hatimu rasa ketamakan
Engkau jalankan kakimu dalam kebatilan
Engkau idamkan semua kemaksiatan
Ingatlah…
Hari semakin petang
Dunia semaikn rentan
Alam mulai enggan
Semua mulai berantakan
Lihatlah dijauh sana
Apa yang engkau lihat
Apa yang engkau dapatkan
Setelah semuanya engaku capai
Ingatlah… semua ada balasnya
Semua akan kembali padanya
Cintailah Allah dan Rosulnya
Mulyakan guru dan oang tua
Amalkan ilmu pada tempatnya
Hagailah semua yang berharga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar