Tentang Hidup Saya

Tentang Rizqi, Saya harus berusaha supaya bisa menyantuni anak yatim, dhu'afa', shodaqoh, wakaf, jariyah dengan sebanyak-banyaknya
Tentang ajal, kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan saya, maka saya harus mempersiapkan diri untuk menyambutnya.
Tentang jodoh, dia pasti yang terbaik untuk saya dan saya juga yang terbaik untuk dia, harapannya saya dan dia sama-sama ikhlas, ridho, syukur, qona'ah, sabar, dan saling pengertian.
Tentang masa depan, saya tidak tahu, saya hanya bisa belajar dari masa lalu dan berusaha menjadi yang lebih baik.
Tentang harapan, saya kurang sabar saya hanya minta kepada Allah tergolong mina al-Shobirin, Al-Mukhlishin, Al-Mahbubin, Al-Mardliyyin, Al-Sholihin.
Tentang orang lain, mereka sebagai obyek pendidikan, jika saya tidak mau dilukai saya harus tidak boleh melukai, saya harus menghargai, tidak merendahkan karena belum tentu saya lebih baik dari mereka.
ALLAHU MA'II, ALLAHU NAADHIRII, ALLAHU SYAAHIDII.

Kamis, 24 Juni 2010

Cinta Allah

Cinta Allah dan Rosulnya
Cinta adalah condongnya karakter pada sesuatu disebabkan sesuatu itu terasa enak bagi yang mencintai. Apabila kecondonagn itu semakin kuat maka itu disebut shobabah (kecintaan yang meluap) karena hati dipenuhi rasa cinta secara menyeluruh dan apabila rasa itu semakin kuat maka itu disebut ghiromah (cinta yang menyala) asal makna ghirom adalah hutang disebut demikian karena cinta yang seperti itu tidak bias terpisah dari hati sebagaimana kelaziman oang yang hutang harus membayar kepada yang memberi piutang dan apabila rasa itu semakin kuat makaitu disebut isyqon (rindu).
Dan apabila kerinduan semakin kuat maka itu disebut syighfan (cinta birahi yang memuncak) karena rasa itu memuncak sampai kedalam lubuk hati yang dalam . Dan apabila rasa itu semakin kuat maka disebut ta’abbudan (budak cinta) karena sang pecinta akan melaksanakan apapun yang diinginkan makhluk (yang dicinta).
Apabila pecinta telah sampai pada puncaknya yaitu sebagai hamba ia tidak mampu membedakan mana yang bermanfaat mana yang berbahaya mana yang enak mana yang tidak enak semua itu dianggap enak.
Sakit menjadi terasa menyenangkan, tamparan terasa rabaan, cemoohan menjadi pujian sehingga banyak yang bilang “tanah liat terasa coklat”, dll.
Allah dan rosulnya adalah obyek rasa cinta yang hakiki. Cinta kepada makhluk sesame itu karena muaranya cinta Allah dan rosulnya. Seorang hamba tidak akan sampai kepada hakikat cinta Allah dan rosulnya kecuali hatinya terbebas dari kotoran dan keruhnya nafsu. Dan jika seseorang telah mencapai cinta Allah,maka sirnalah cinta pada selain Allah karena cinta itu dapat membakar semua yang bukan termasuk ia cintai. Nabi pernah bersabda :
لايؤمن احدكم حتى يكون الله ورسوله احب اليه من اهله وماله والناس أجمعين
“Salah satu dari sekian tidak akan sempurna imannya hingga Allah dan Rosulnya lebih ia cintai daripada keluarganya, harta, dan manusia semua.”

Kecintaan pada Allah dan Rosulnya yang menyebabkan seseorang menjadi iman (percaya)menjadi islam (pasrah). Ciri orang iman yaitu :
1. Percaya pada Allah
2. Percaya pada Malaikat Allah
3. Percaya pada Rosul-rosul Allah
4. Percaya pada Kitab-kitab Allah
5. Percaya pada Hari Akhir
6. Percaya pada Qodho’ dan Qodar Baikatau Jelek
Seseorang tidak akan menjadi benar-benar orang mukmin kecuali ia benar-benar percaya. Mukmin akan sampai kepada hakikat iman apabila :
a. Ketika nama Allah disebut hatinya gemetar
b. Ketika aya-ayat Allah dibacakan ia semakin tambah percaya
c. Ia menyerahkan jiwa raganya untuk Allah
Seseorang yang mencintai pada sesuatu maka ia akan menjadi budaknya, ia akan senantiasa menaati apapun yang diinginkan oleh yang dicintai, ia rela dikobankan apapun bahkan nyawa sekalipun. Baginya kesenangan kekasih adalh segalanya.
من احب شيء فهو عبده
“Siapapun yang mencintai sesuatu makaia menjadi budaknya.”
Bahkan suatu ketika baginda Rosul ditanya tentang datangnya kiamat lalu beliau bertanya:
ماذ اعددت لها, قال حب الله ورسوله, قال انك مع من احببت.
“Apa yang engkau persiapkan untuk kiamat? Orang itu berkata,” Cinta pada Allah dan Rosulnya. Nabi bersabda, “Engaku besok bersama oang yang engkau cintai.”
Oleh karena itu jika menginginkan hidup layak besok hidup di akhirat, maka cara yang paling efektif adalah mencintai Allah dan Rosulnya karena rosul sudah pasti di surga. Orang yang mencintai rosul akan bersama rosul pula.
Imam Bukhori meiwayatkan hadits dalam kitab shohihnya, bahwa nabi bersabda:
“ Ada 3 perkara yang siapa saja mempunyai tiga itu ia akan meraasakan betapa manisnya iman:
a. Allah dan Rosul lebih ia sukai dari yang lain
b. Mencintai seseorang kaena didasari cinta Allah
c. Tidak suka kembali kepada kekufuran bagaikan ia tidak suka ketika dilempar dalam neraka
Cinta pada Seseorang
Assyekh Amin dalam karyanya menyebutkan ” ketahuilah bahwa saling mencintai yang didasari rasa mahabbah pada Allah adalah paling utamanya beribadah, maka setiap muslim wajib untuk saling mencintai demi menegakkan agama Allah (lii’laikalimatilah)”. Dalam upaya meraih izzul islam wal-muslimin (kemulyaan islam dan muslimin )dianjurkan untuk menggalang kebersamaan Allah sendiri berfirman dalam surat Al- Imron : 103 yang artinya :
Dalam kontek ini, kebersamaan dalam satu wadah untuk menyatukan aspirasi mengagungkan Allah dan Rosulnya dengan wadah agama perlu sekali adanya saling melengkapi dan mengasihani diantara sesama muslim. Bahkan Rosulullah bersabda yang artinya, “Perbanyaklah dalam berteman atau bersaudara, maka sesungguhnya setiap mukmin terdapat syafaat besok pada hari kiamat. (HR. Ibnu Hajar)
Anas bin Malik berkata, “Rosulullah bersabda sesungguhnya bagi Allah terdapat beberapa hamba yang besok pada hari kiamat mereka ditempatkan di beberapa mimbar, mereka duduk disitu. Pakaian dan wajah mereka bersinar, meeka bukan nabi bukan syuhada’. Para shahabat nabi bertanya:
من هم يا رسول الله ؟ قال المتحابون فى الله والمتزاورون والمتجالسونفى الله
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling berkunjung karena Allah, duduk bersama juga karena Allah. (H.R. Atthabrani)
Maka sebagai insane sadar perlu sekali mengamalkan hadits ini bahwa dalam berteman dan bergaul senantiasa kita dasari karena Allah. Bukan karena status social teman, bukan karena factor ekonomi dan sifat-sifat lain dan barang siapa yang berteman karena materi ia akan dijatuhkan Allah dari materi itu.
Orang yang bercinta, berkunjung dan saling memberi karena Allah, maka sebagai imbalannya ia dijanjikan Allah besok disurga akan akan diberi kamar yang didalmnya dapat terlihat dari luar dan dari luar dapat terlihat dari dalam (karena indahnya).
Dalam mencari teman perlu sedikit selektif karena teman ada yang menunjukkan dan ada yang menyesatkan. Sikap yang perlu diperhatikan dalam persahabatan :
a. Tidak membohongi
b. Tidak merendahkan بحسب امرء من الشران يحقر اخاه السلم
c. Menolong dalam kebaikan
d. Tidak mendengki/ hasud
e. Tidak memarahi yang bukan karena Allah
لا يؤمن احدكم حتى يحب لأخيه مل يحب لنفسه
f. Bersikap baik
g. Membantu untuk melepas kesulitan-kesulitan teman
h. Menjaga sikap,sopan santun dan etika. Sesuai kode etik persahabatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar